GayaCoulomb yang dialami kedua muatan A dan B adalah sebesar 4x10-4 N. Jika besar muatan A sebesar 4 x 10-6 C dan muatan uji B sebesar 4 x 10-12 C, berapakah besar kuat medan listrik yang dirasakan Jika selisih potensial antara benda A dan B cukup besar, maka akan terjadi loncatan muatan listrik (elektron). Dari benda mana ke benda manakah
W= F . s. Keterangan : W = work atau usaha yang dilakukan (Nm atau Joule) F = gaya yang searah dengan bidang perpindahan (N) s = besar perpindahan benda (m). Contoh soal : Danu menarik sebuah kotak dengan gaya sebesar 20 N lurus ke kanan sehingga kotak berpindah sejauh 5 meter. Jika arah gaya yang dilakukan oleh Danu searah dengan bidang
Rumusatau persamaan energi kinetik : Ek = 1/2.m.v^2 keterangan Ep = energi kinetik m = massa dari benda v = kecepatan dari benda v^2 = v pangkat 2 ENERGI MEKANIK Energi mekanik adalah penjumlahan antara energi kinetik dengan energi potensial suatu benda. Atau secara matematisnya EM=Ep+Ek EM=m.g.h+ {(1/2)mv^2} dengan : 10
4 Pada tahun 1785 Charles Agustin Coulomb melakukan percobaan dan ia menyimpulkan bahwa: "Besarnya gaya tarik menarik atau tolak menolak antara dua benda bermuatan listrik sebanding dengan besar muatan masing-masing dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda".
. MALANG TERKINI – Simak Kunci jawaban IPA kelas 9 halaman 175 tentang soal percobaan menghitung beda potensial. 1. Jika ada dua benda bermuatan listrik seperti empat gambar berikut, maka benda manakah yang memiliki beda potensial yang lebih besar? Kunci jawaban IPA kelas 9 halaman 175, membahas tentang beda potensial. tangkap layar/buku siswa Kemendikbud 2. Jika selisih potensial antara benda A dan B cukup besar, maka akan terjadi loncatan muatan listrik elektron. Dari benda mana ke benda manakah loncatan elektron tersebut mengalir? 3. Apa yang terjadi apabila benda A dan B memiliki elektron yang sama? Apakah ada perpindahan elektron? Baca Juga Kunci Jawaban IPA Kelas 9 SMP Halaman 157, 158, 159 Uji Kompetensi Pewarisan Sifat Makhluk Hidup Alternatif Jawaban1. Benda yang memiliki beda potensial yang lebih besar adalah sebagai berikuta. Benda yang memiliki beda potensial lebih besar adalah benda A +2Muatan B -2Maka muatan A lebih besar. Beda potensial kedua muatan adalahBeda potensial = +2 – -2 = 4 b. Benda yang memiliki beda potensial lebih besar adalah benda A +2Muatan B +4Maka muatan B lebih besar. Beda potensial kedua muatan adalahBeda potensial = +2 – +4 = 2
Cara menghitung beda potensial antara titik A dan B dilakukan dengan menyelidiki apa saja komponen pada kedua titik tersebut. Misalnya antara dua titik yang memiliki dua komponen hambatan sejenis yang dirangkai memiliki beda potensial yang berbeda dengan dua komponen hambatan sejenis yang dirangkai seri.. Namun beda potensial di suatu titik secara umum dapat dihitung dengan rumus V = I × R. Di mana V adalah beda potensial atau tegangan satuan volt, I adalah kuat arus yang mengalir satuan ampere, dan R = hambatan satuan ohm. Beda potensial sendiri merupkan banyaknya atau sejumlah energi listrik yang diperlukan untuk mengalirkan setiap muatan listrik. Nilai beda potensial menunjukkan adanya perbedaan jumlah elektron yang berada dalam suatu arus listrik. Besar nilai beda potensial sebanding dengan besar arus I listrik yang mengalir dan hambatan R pada rangkaian. Semakin besar arus listrik yang mengalir, besar nilai beda potensial juga akan semakin besar. Demikian pula semakin besar hambatan pada rangkaian maka semakin besar pula beda potensialnya. Besar arus listrik di setiap titik pada rangkaian seri adalah sama. Sedangkan pada rangkaian paralel, besar arus listrik pada percabangan berbeda-beda bergantung pada besar nilai hambatannya. Bagaimana dengan nilai tegangan atau beda potensialnya? Baca Juga Pengaruh Rangkaian GGL Seri dan Paralel Terhadap Besar Kuat Arus yang Dihasilkan pada Suatu Rangkaian Tertutup Bagaimana persamaan atau rumus untuk menghitung beda potensial? Bagaimana pengaruh nilai hambatan pada suatu titik atau antara rentang dua titik? Bagaimana cara menghitung beda potensial antara titik A dan B atau antara dua titik lainnya? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah. Table of Contents Rumus Beda Potensial/Tegangan V Hukum Kirchoff Contoh Soal dan Pembahasan Contoh 1 – Menghitung beda potensial antara titik B dan D Contoh 2 – Menghitung beda potensial antara titik A dan B Contoh 3 – Menghitung Beda Potensial antara titik A dan B Rumus Beda Potensial/Tegangan V Beda potensial atau tegangan listrik merupakan perbedaan jumlah elektron yang berada dalam sebuah rangkaian listrik. Satuan beda potensial dinyatakan dalam volt V. Pada sebuah rangkaian listrik, satu sisi sumber arus listrik memiliki elektron yang bertumpuk sedangkan di sisi yang lain terdapat jumlah elektron yang lebih sedikit. Perbedaan jumlah elektron ini membuat adanya aliran elektron. Adanya aliran elektron dalam rangkaian listrik menyebabkan terjadinya arus listrik. Besar nilai beda potensial V dapat diperoleh melalui perkalian arus listrik I dan hambatan R. Besar nilai beda potensial total pada suatu rangkaian listrik dapat diperoleh melalui persamaan di atas. Lalu bagaimana dengan cara menghitung beda potensial antara titik A dan B? Simak pada ulasan selanjutnya di bawah. Baca Juga Cara Menghitung Biaya Pemakaian Listrik Hukum Kirchoff Hukum Kirchhoff menerangkan jumlah arus listrik dan beda potensial/tegangan pada sebuah rangkaian listrik. Tokoh yang pertama kali mengenalkan hukum Kirchoff ini adalah Gustav Robert Kirchhoff, seorang ilmuwan Fisika asal Jerman. Ada dua hukum yang diperkenalkan yaitu hukum I Kirchoff dan Hukum II Kirchoff. Hukum I KirchoffJumlah kuat arus yang masuk dalam titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan. Hukum II KirchoffPada rangkaian tertutup jumlah aljabar GGL ε dan jumlah penurunan potensial IR sama dengan nol. Atau total beda potensial tegangan pada suatu rangkaian tertutup adalah nol. Langkah – langkah penggunaan hukum II Kirchoff1 Buat perumpamaan arah kuat arus, dan perumpamaan arah loop. Arah perumpaan kuat arus yang salah tidak akan mepnegaruhi nilai, hasilnya akan membuat nilai menjadi GGL diberi tanda positif jika putaran loop pertama bertemu kutub positif GGL dan diberi tanda negatif jika putaran loop pertama bertemu kutub Kuat arus diberi tanda positif jika sesuai dengan arah putaran loop. Perhatikan sebuah contoh penggunaan hukum II Kirchoff di bawah untuk menambah pemahaman sobat idschool. Langkah berikutnya adalah membentuk persamaan mengikuti persamaan pada hukum II Kirchoff. Mulai pertama dari arus yang melewati R1 sebagai awalan IR1 + IR2 + IR3 – E = 0. Note Titik mulai bisa dimulai dari mana mendapat persamaan, langkah selanjutnya adalah menyelesaikan persamaan tersebut. Untuk informasi yang diketahui berupa besar semua hambatan dan beda potensial akan diperoleh besar arus listrik yang mengalir. Selanjutnya, besar arus listrik tersebut dapat digunakan pada cara menghitung beda potensial antara titik A dan B. Baca Juga Rumus pada Medan Listrik dan Hukum Coulomb Contoh Soal dan Pembahasan Soal-soal latihan dapat melatih dan mengukur pemahaman akan suatu materi, termasuk cara menghitung beda potensial antara titik A dan B. Sobat idschool dapat melatih kemampuan cara menghitung beda potensial atau tegangan melalui contoh-contoh soal di bawah. Masing-masing contoh soal telah dilengkapi dengan pembahasan yang dapat digunakan sebagai tolak ukur pemahaman. Selamat Berlatih! Contoh 1 – Menghitung beda potensial antara titik B dan D Perhatikan gambar rangkaian listrik berikut! Beda potensial antara titik B dan D adalah ….A. 0,5 VB. 1 VC. 3 VD. 4 VE. 8 V PembahasanMisalkan arus listrik I pada sebuah rangkaian listrik mengalir dari kutub positif beda potensial dengan garis lurus lebih panjang ke kutub negatif beda potensial dengan garis lurus lebih pendek. Ambil titik A sebagai awal arus listrik arus listrik dapat berawal dari mana saja. Menghitung arus listrik yang mengalir∑E + ∑IR = 04I – 4,5 + 6I + 2I – 1,5 = 04I + 6I + 2I = 4,5 + 1,512I = 6I = 6 12 = 0,5 A Menghitung beda potensial antara titik B dan D terdapat hambatan R = 6 V = IRVBD = 0,5 × 6VBD = 3 V Jadi, beda potensial antara titik B dan D adalah 3 C Baca Juga Rangkaian Listrik Seri, Paralel, dan Campuran Contoh 2 – Menghitung beda potensial antara titik A dan B Perhatikan gambar rangkaian listrik berikut ini! PembahasanMisalkan arus listrik I pada sebuah rangkaian listrik mengalir dari kutub positif beda potensial dengan garis lurus lebih panjang ke kutub negatif beda potensial dengan garis lurus lebih pendek. Ambil titik A sebagai awal arus listrik arus listrik dapat berawal dari mana saja. Menghitung arus listrik yang mengalir∑E + ∑IR = 03I + 10 + 4I + 8 + 2I = 09I + 18 = 09I = –18I = –18 9 = –2 A Note tanda minus menunjukkan arah pemisalah loop yang berkebalikan Menghitung beda potensial antara titik A dan B terdapat hambatan R = 3 V = IRVBD = 2 × 3VBD = 6 V Jadi, beda potensial antara titik A dan B adalah 6 C Contoh 3 – Menghitung Beda Potensial antara titik A dan B Perhatikan rangkaian listrik berikut! Beda potensial antara titik A dan B sebesar ….A. 16 VB. 32 VC. 160 VD. 320 VE. V PembahasanLangkah pertama adalah menghitung arus listrik yang mengalir pada percabangan satu cabang dengan titik A dan BI = skala ditunjuk/skala maksimal × batas ukurI = 40/100 × 0,5I = 0,2 A [Baca Juga Cara Membaca Amperemeter] Menghitung beda potensial antara titik A dan BVAB = IRVAB = 0,2 × 80VAB = 16 V Jadi, beda potensial antara titik A dan B sebesar 16 A Sekian ulasan cara menghitung beda potensial antara titik A dan B. Terima kasih sudah mengunjungi idschooldotnet, semoga bermanfaat. Baca Juga Cara Membuat Benda Bermuatan Listrik Statis
Home » Kongkow » Fisika » Beda Potensial dan Energi Listrik Lengkap Contoh Beserta Pembahasan - Rabu, 04 Agustus 2021 1500 WIB Beda potensial listrik ialah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik. Beda potensial listrik merupakan ukuran beda potensial yang bisa membangkitkan medan listrik sehingga menjadikan timbulnya arus listrik dalam sebuah konduktor listrik. Agar terjadi pedoman muatan arus listrik dalam suatu rangkaian tertutup, maka harus ada beda potensial di kedua ujung rangkaian, Beda potensial listrik ialah energi tiap satuan muatan. Orang yang pertama kali menyatakan bahwa petir terjadi akhir adanya tanda-tanda listrik statis ialah Benjamin Franklin 1706 – 1790. Menurutnya, petir ialah kilatan cahaya yang muncul akhir perpindahan muatan negatif elektron antara awan dan awan, atau antara awan dan bumi. Petir sanggup terjadi lantaran adanya perbedaan potensial yang sangat besar antara dua awan yang berbeda, atau antara awan dengan bumi, sehingga akan terjadi lompatan muatan listrik, atau perpindahan elektron secara besar-besaran dari awan ke bumi, atau dari awan ke awan lainnya. Perpindahan muatan listrik elektron tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan potensial listrik beda potensial listrik. Besarnya beda potensial listrik sanggup dihitung dengan membandingkan besar energi listrik yang diharapkan untuk memindahkan sejumlah muatan listrik. Secara matematis dituliskan sebagai berikut. Arus listrik sanggup mengalir lantaran adanya beda potensial. Baterai sanggup mengalirkan arus listrik lantaran baterai mempunyai beda potensial antara kedua kutubnya yaitu kutub positif dan kutub negatif. Kutub positif mempunyai potensial lebih besar daripada kutub negatif. Dengan demikian, arus listrik pada baterai akan mengalir dari kutub positif ke kutub negatif. Perbedaan potensial antara dua titik dalam suatu rangkaian dinamakan tegangan. Biasanya, baterai mempunyai tegangan yang tertulis pada pecahan luarnya contohnya 1,5 V, artinya baterai tersebut mempunyai beda potensial antara kutub positif dan kutub negatif sebesar 1,5 V. Seperti halnya arus listrik yang sanggup diukur memakai amperemeter, tegangan beda potensial sanggup juga diukur. Alat untuk mengukur beda potensial disebut voltmeter. Ada perbedaan cara mengukur beda potensial dengan cara mengukur arus. Arus listrik diukur dengan merangkai amperemeter secara seri dalam suatu rangkaian, sedangkan mengukur beda potensial listrik dilakukan dengan merangkai voltmeter secara sejajar paralel dalam suatu rangkaian. Beda potensial sanggup diukur kalau rangkaian dalam keadaan tertutup dan ada arus listrik yang mengalir dari sebuah sumber arus listrik contohnya baterai. Tapi perlu diingat, voltmeter harus dirangkai secara paralel. Angka yang ditunjukkan oleh voltmeter merupakan beda potensial antara dua buah kutub. Benda bemuatan listrik positif apabila benda tersebut melepaskan sejumlah elektron. Benda akan bermuatan negatif apabila mendapatkan elektron. Benda yang mempunyai elektron lebih sedikit mempunyai potensial lebih tinggi dari benda yang mempunyai elektron banyak. Potensial listrik ialah kemampuan untuk memindahkan sebuah muatan positif. Benda yang mempunyai potensial besar mempunyai kemampuan besar untuk menolak muatan positif. Contoh Soal 1 Berapakah beda potensial kutub-kutub baterai sebuah rangkaian kalau baterai tersebut membutuhkan energi sebesar 80 J untuk memindahkan muatan sebesar 10 C? Diketahui W = 80 J Q = 10 C Ditanya beda potensial ? Jawab V = W / Q = 80 / 10 = 8 Volt 2. Untuk memindahkan 40 C muatan listrik dalam sebuah penghantar dari titik A ke titik B, diperlukan energi sebanyak 120 Joule. Berapa beda potensial antara titik A dengan titik B ? Diketahui Q = 40 C W = 120 J Ditanya V AB = … ? Jawab V AB = W/Q = 120 J/40C = 3 Volt 3. Sebuah baterai yang mempunyai beda potensial sebesar 1,5 V. Berapakah besar perpindahan energi yang diharapkan kalau memindahkan muatan sebanyak 40 C? Diketahui Beda potensial = 1, 5 V Besar muatan = 40 C Ditanya Besar energi untuk memindahkan muatan ? Jawab W = V . Q = 1,5 x 40 = 60 J Jadi, besar energi untuk memindahkan muatan tersebut sebesar 60 J. Agar lebih memahami konsep beda potensial, lakukan acara berikut. Jika ada dua benda bermuatan listrik menyerupai 4 gambar berikut, maka benda manakah yang mempunyai beda potensial yang lebih besar? Dari benda yang berpotensial rendah ke tinggi dari benda yang bermuatan lebih negatif Jika selisih potensial antara benda A dan B cukup besar, maka akan terjadi loncatan muatan listrik elektron. Dari benda mana ke benda manakah loncatan elektron tersebut mengalir? Jika ada selisih beda potensial antara benda A dan benda B, maka akan terjadi loncatan muatan listrik dari benda yang potensialnya tinggi ke benda yang potensialnya rendah. Apa yang terjadi apabila benda A dan B mempunyai elektron yang sama? Apakah ada perpindahan elektron? Jika benda A dan benda B mempunyai jumlah elektron yang sama maka tidak ada perpindahan atau loncatan elektron. Artikel Terkait Saat Gibran Menjual Barang dengan Harga Rp Gibran untung 20% dari Harga Beli. Berapa Harga Barang Tersebut? Dalam Sehari Kuli Bangunan Bekerja Sebanyak 9 jam. Setiap Minggu Dia Bekerja 5 hari Dengan Upah Hitunglah Luas Permukaan Tabung yang Berdiameter 28 cm dan Tinggi 12 cm! Sebuah Kemasan Berbentuk Tabung dengan Jari-jari alas adalah 14 cm. Jika Tinggi Tabung 15 cm, Tentukan Luas Permukaan Tabung Tersebut! Edo Memiliki Mainan Berbahan Kayu Halus Berbentuk Limas Segitiga. Tinggi Mainan Itu 24 cm, Alasnya Berbentuk Segitiga Siku-siku Hitunglah Volume Seperempat Bola dengan Jari-jari 10 cm Seorang Anak Akan Mengambil Sebuah Layang-layang yang Tersangkut di Atas Sebuah Tembok yang Berbatasan Langsung dengan Sebuah Kali Jika Diketahui Panjang Rusuk Kubus Seluruhnya 72 cm, Maka Volume Kubus Tersebut Adalah? Sebuah Bak Berbentuk Kubus dengan Panjang Sisi 7 dm Berisi 320 liter air. Agar Bak Tersebut Penuh Hitunglah Volume Kerucut Terbesar yang Dapat Dimasukkan ke dalam Kubus dengan Panjang Sisi 24 cm Cari Artikel Lainnya
Description LKPD LISTRIK STATIS Read the Text Version No Text Content! Pages 1 - 17 Q1 = 5 micro coulomb. Berapa besar muatan Q2? ................................................................................................................................... ................................................................................................................................... .................................................................................................................................. e. Dua buah muatan sejenis yang besarnya sama memiliki jarak 4 cm menghasilkan gaya tolak sebesar F, jika jarak diubah menjadi 8 cm, berapa besar gaya tolaknya ? f. Dua buah muatan sejenis yang besarnya sama memiliki jarak 4 cm menghasilkan gaya tolak sebesar F, jika jarak diubah menjadi 2 cm, berapa besar gaya tolaknya .................................................................................................................................. .................................................................................................................................. .................................................................................................................................. 4. Simpulan .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... ......................................................................................................................................... 2 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LKPD Pertemuan 3 Nama Sekolah ................................................................. Kelas/Semester Hari/Tanggal ................................................................ Alokasi Waktu Nama Kelompok ................................................................. 1x40 Menit 1. ....................................................................... 2. ...................................................................... 3. ...................................................................... 4. ...................................................................... 5. ....................................................................... Medan Listrik dan Beda Potensial 1. Tujuan a. Menghitung besar medan listrik b. Menghitung besar beda potensial 2. Dasar teori Medan Listrik Medan listrik adalah efek yang ditimbulkan oleh keberadaan muatan listrik, seperti elektron, ion, atau proton, dalam ruangan yang ada di sekitarnya. Medan listrik memiliki satuan N/C atau dibaca Newton/coulomb. Medan listrik umumnya dipelajari dalam bidang fisika dan bidang-bidang terkait, dan secara tak langsung juga di bidang elektronika yang telah memanfaatkan medan listrik ini dalam kawat konduktor Besar kuat medan listrik pada muatan Q1 yang terletak dalam daerah muatan Q2 yang dilukiskan seperti gambar di atas, adalah Dimana F = Gaya Coulumb satuannya Newton Q = Muatan satuannya Coulumb E = Kuat medan satuannya N/C Beda Potensial Perbedaan potensial beda potensial - tegangan listrik adalah perbedaan jumlah elektron yang berada dalam suatu arus listrik. Di satu sisi sumber arus listrik terdapat elektron yang bertumpuk sedangkan di sisi yang lain terdapat jumlah elektron yang 1 sedikit. Hal ini terjadi karena adanya gaya magnet yang memengaruhi materi tersebut. Dengan kata lain, sumber tersebut menjadi bertegangan listrik. Berikut adalah rumus bagaimana cara mencari nilai suatu tegangan atau beda potensial dalam sebuah rangkaian. Keterangan V = beda potensial V I = kuat arus A R = hambatan ohm 3. Lembar diskusi Diskusikan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini ! a. Jika ada dua benda bermuatan listrik seperti 4 gambar berikut, maka benda manakah yang memiliki beda potensial yang lebih besar? b. Jika selisih potensial antara benda A dan B cukup besar, maka akan terjadi loncatan muatan listrik elektron. Dari benda mana ke benda manakah loncatan elektron tersebut mengalir? .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. c. Apa yang terjadi apabila benda A dan B memiliki elektron yang sama? Apakah ada perpindahan elektron? .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. d. Berapakah beda potensial kutub-kutub baterai sebuah rangkaian jika baterai tersebut membutuhkan energi sebesar 60 J untuk memindahkan muatan sebesar 20 C? 2 .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. e. Berapakah energi listrik yang digunakan untuk memindahkan muatan sebesar 30 C diantara dua titik tersebut? .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. ............................................................................................................................. f. Jumlah muatan yang dipindahkan pada sebuah rangkain listrik adalah 15 C. Jika energi yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan tersebut dari ujung- ujung rangkaian listrik adalah 45 J, berapakah beda potensial antara ujung- ujung rangkaian tersebut? .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. 4. Simpulan .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... ......................................................................................................................................... 3 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LKPD Pertemuan 4 Nama Sekolah ................................................................. Kelas/Semester Hari/Tanggal ................................................................ Alokasi Waktu Nama Kelompok ................................................................. 1x40 Menit 1. ....................................................................... 2. ...................................................................... 3. ...................................................................... 4. ...................................................................... 5. ....................................................................... Sel Saraf Manusia 1. Tujuan a. Mengidentifikasi bagian sel saraf b. Menjelaskan fungsi akson atau neurit c. Menyebutkan zat kimia yang berfungsi menghantarkan rangsangan listrik d. Menjelaskan tentang prinsip kelistrikan pada saraf manusia 2. Dasar teori A. Bagian –bagian sel saraf • Nukleus Nukleus terletak di dalam tubuh sel. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, protoplasma sel saraf terdapat granula. Nukleus berfungsi sebagai pengatur kegiatan sel saraf neuron. Di dalam inti sel juga terdapat kromosom dan DNA yang berfungsi untuk mengatur sifat keturunan dari sel tersebut. •Badan Sel Badan sel adalah bagian sel saraf yang merupakan tempat melekatnya akson dan dendrit. Fungsi badan sel adalah untuk menerima impuls rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke neurit akson. 1 •Dendrit Dendrit adalah bagian sel saraf yang merupakan percabangan pendek tempat impuls saraf masuk ke dalam sel. Fungsi dendrit adalah untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel. •Akson Akson atau silinder aksis adalah bagian sel saraf berupa serat tunggal tempat impuls keluar dari sel. Panjang akson mulai dari beberapa milimeter hingga beberapa sentimeter tergantung tipe sel saraf tersebut. Akson berperan dalam menghantarkan impuls dari badan sel menuju efektor, seperti otot dan kelenjar. Walaupun diameter akson hanya beberapa mikrometer, namun panjangnya bisa mencapai 1 hingga 2 meter. Fungsi neurit adalah untuk meneruskan impuls dari badan sel saraf ke sel saraf lainnya. •Lapisan mielin Lapisan mielin atau myelin sheath adalah lapisan lemak tipis yang menyelubungi akson dan beberapa dendrit pada umumnya. Fungsi selubung mielin adalah untuk melindungi neurit dari kerusakan dan mencegah impuls bocor. Fungsi selubung mielin mirip pembungkus kabel listrik yang bersifat isolator. •Neurilema Neurilema adalah jaringan penyambung yang berada tepat diatas lapisan mielin. Neurilema adalah lapisan terluar sel saraf. • Nodus Ranvier Nodus raniver adalah bagian sel saraf yang tidak mengandung lapisan mielin akibat tertekannya lapisan lemak tersebut. Akibatnya, Nodus ranvier sendiri bukanlah sebuah struktur dari sel saraf. Nodus ranvier hanyalah penunjuk atau penanda bahwa bagian tersebut terjadi pembelokan akibat tidak adanya lapisan mielin diantaranya. Hal ini mengakibatkan hanya neurilemma saja yang membungkusnya. berfungsi mempercepat transmisi impuls saraf. Adanya nodus ranvier tersebut memungkinkan saraf meloncat dari satu nodus ke nodus yang lain, sehingga impuls lebih cepat sampai pada tujuan. B. Macam-Macam Neuron Menurut fungsinya, neuron dibedakan menjadi tiga macam yaitu neuron sensorik, neuron motorik, dan neuron asosiasi. 1. Neuron sensorik juga disebut sel saraf indra, karena berfungsi meneruskan rangsang dari peneri-ma indra ke saraf pusat otak dan sumsum tulang belakang. Badan sel saraf ini bergerombol membentuk ganglia, akson pendek, dan dendritnya panjang. 2. Neuron motorik sel saraf penggerak berfungsi membawa impuls dari pusat saraf otak dan sumsum tulang belakang ke otot. Sel saraf ini mempunyai dendrit yang pendek dan akson yang panjang. 3. Neuron asosiasi atau sel saraf penghubung banyak terdapat di dalam otak dan sumsum tulang belakang, Neuron tersebut berfungsi menghubungkan atau meneruskan impuls dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik. 2 3. Tugas A. Diskusikan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini ! 1 Perhatikan gambar dibawah dan tuliskan nama-nama bagian yang ditunjuk beserta fungsinya ! .................................................................................................................................. .................................................................................................................................. .................................................................................................................................. 2 Tuliskan zat kimia yang berfungsi menghantarkan rangsangan listrik dalam sistem saraf manusia? ................................................................................................................................... .................................................................................................................................. ................................................................................................................................. 3 jelaskan tentang prinsip kelistrikan pada saraf manusia ! ................................................................................................................................... ................................................................................................................................... ................................................................................................................................... B. Gambar sebuah sel saraf pada kertas karton dan beri penjelasan bagian-bagiannya buat gambar semenarik mungkin dengan diberi warna-warna 4. Simpulan .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... ......................................................................................................................................... 3 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LKPD Pertemuan 5 Nama Sekolah ................................................................. Kelas/Semester Hari/Tanggal ................................................................ Alokasi Waktu Nama Kelompok ................................................................. 1x40 Menit 1. ....................................................................... 2. ...................................................................... 3. ...................................................................... 4. ...................................................................... 5. ....................................................................... Hewan-Hewan Penghasil Listrik dan Penerapan Konsep Kelistrikan Dalam Kehidupan Manusia 1. Tujuan a. Mengidentifikasi hewan-hewan yang menghasilkan listrik b. Menyebutkan sistem khusus pada hewan yang dapat menghasilkan listrik c. Menyebutkan penggunaan teknologi listrik di lingkungan sekitar d. Menjelaskan cara kerja mesin fotokopi 2. Dasar teori Listrik tidak hanya dihasilkan oleh manusia, melalui pembangkit-pembangkit tenaga listrik, akan tetapi listrik juga dihasilkan oleh hewan. Listrik yang dihasilkan bahkan cukup untuk membunuh seorang manusia. Para hewan menghasilkan listrik dengan berbagai tujuan, baik untuk melindungi diri ataupun mencari makanan Konsep kelistrikan banyak diterapkan dalam kehidupan manusia. Baik dalam bentuk alat yang sederhana maupun alat yang kompleks. Salah satu alat yang menerapkan prinsip kerja kelistrikan adalah mesin fotokopi. 3. Lembar diskusi Diskusikan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini ! a. Tuliskan hewan-hewan yang mampu menghasilkan listrik dari tubuhnya ! .................................................................................................................................. .................................................................................................................................. .................................................................................................................................. b. Bagaiman mekanisme hewan-hewan tersebut mampu menghasilkan listrik dari dalam tubuhnya? ................................................................................................................................... .................................................................................................................................. ................................................................................................................................. c. Tuliskan manfaat energi listrik bagi kehidupan manusia ? 1 ................................................................................................................................... ................................................................................................................................... ................................................................................................................................... d. Tuliskan bagaimana cara kerja mesin fotokopi? ................................................................................................................................... ................................................................................................................................... .................................................................................................................................. 4. Simpulan .......................................................................................................................................... .......................................................................................................................................... ......................................................................................................................................... 2
jika selisih potensial antara benda a dan b cukup besar